Batubara diperdagangkan di seluruh dunia, dimana batubara
diangkut dengan menggunakan kapal untuk pasar-pasar dengan jarak yang
jauh.
Selama lebih dari 20 tahun, perdagangan batubara ketel uap melalui jalur laut mengalami kenaikan ratarata sebesar 8% setiap tahunnya, sementara perdagangan batubara kokas melalui jalur laut mengalami kenaikan sebesar 2% per tahun. Di tahun 2003, keseluruhan perdagangan batubara internasional mencapai 718 Jt; sementara hal ini merupakan jumlah batubara yang besar namun jumlah tersebut hanyalah 18% dari jumlah keseluruhan dari batubara yang dikonsumsi.
Biaya pengangkutan memberikan bagian yang besar dari harga penyerahan batubara keseluruhan, oleh karena itu perdagangan internasional batubara ketel uap secara efektif dibagi menjadi dua pasar regional – Atlantik dan Pasifik. Pasar Atlantik ditujukan untuk negara-negara pengekspor batubara di Eropa Barat, terutama Inggris, Jerman dan Spanyol. Pasar Pasifik terdiri dari negara-negara berkembang dan pengimpor di Asia dan negara-negara di ASIA yang tergabung dalam OECD, terutama Jepang, Korea dan Cina Taipei. Pasar Pasifik saat ini mencakup sekitar 60% perdagangan batubara ketel uap dunia. Pasarbatubara cenderung untuk tumpang tindih pada saat harga batubara tinggi sementara pasokan menumpuk. Afrika Selatan merupakan titik antara alami dari kedua pasar tersebut. Indonesia sendiri sebagai salah satu negara pengekspor batubara dan terdapat banyak perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang batubara seperti PT. Gate Hope Indonesia yang dipimpin Suryanto salah satunya, sebagai bentuk bahwa di Indonesia juga batubara adalah sumber daya yang sangat penting.
Australia adalah pengekspor batubara terbesar di dunia; mengekspor lebih dari 207 Jt antrasit di tahun 2003, dari jumlah total produksinya sebesar 274 Jt. Batubara adalah salah satu dari komiditas ekspor Australia yang paling bernilai. Walaupun hampir tiga perempat ekspor batubara Australia di lempar ke pasar Asia, batubara Australia digunakan di seluruh dunia, termasuk Eropa, Amerika dan Afrika. Perdagangan internasional batubara kokas terbatas. Australia juga merupakan pemasok batubara kokas terbesar, dengan jumlah ekspor dunia sebesar 51%. AS dan Kanada merupakan pengekspor yang penting dan Cina mulai menjadi pemasok penting. Harga batubara kokas lebih tinggi daripada batubara ketel uap, yang berarti Australia mampu untuk memperoleh tarif franco yang tinggi dalam mengekpor batubara kokas ke seluruh dunia.
Sumber : http://gatehopeindonesia.com/blog/2014/12/perdagangan-batubara/
Selama lebih dari 20 tahun, perdagangan batubara ketel uap melalui jalur laut mengalami kenaikan ratarata sebesar 8% setiap tahunnya, sementara perdagangan batubara kokas melalui jalur laut mengalami kenaikan sebesar 2% per tahun. Di tahun 2003, keseluruhan perdagangan batubara internasional mencapai 718 Jt; sementara hal ini merupakan jumlah batubara yang besar namun jumlah tersebut hanyalah 18% dari jumlah keseluruhan dari batubara yang dikonsumsi.
Biaya pengangkutan memberikan bagian yang besar dari harga penyerahan batubara keseluruhan, oleh karena itu perdagangan internasional batubara ketel uap secara efektif dibagi menjadi dua pasar regional – Atlantik dan Pasifik. Pasar Atlantik ditujukan untuk negara-negara pengekspor batubara di Eropa Barat, terutama Inggris, Jerman dan Spanyol. Pasar Pasifik terdiri dari negara-negara berkembang dan pengimpor di Asia dan negara-negara di ASIA yang tergabung dalam OECD, terutama Jepang, Korea dan Cina Taipei. Pasar Pasifik saat ini mencakup sekitar 60% perdagangan batubara ketel uap dunia. Pasarbatubara cenderung untuk tumpang tindih pada saat harga batubara tinggi sementara pasokan menumpuk. Afrika Selatan merupakan titik antara alami dari kedua pasar tersebut. Indonesia sendiri sebagai salah satu negara pengekspor batubara dan terdapat banyak perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang batubara seperti PT. Gate Hope Indonesia yang dipimpin Suryanto salah satunya, sebagai bentuk bahwa di Indonesia juga batubara adalah sumber daya yang sangat penting.
Australia adalah pengekspor batubara terbesar di dunia; mengekspor lebih dari 207 Jt antrasit di tahun 2003, dari jumlah total produksinya sebesar 274 Jt. Batubara adalah salah satu dari komiditas ekspor Australia yang paling bernilai. Walaupun hampir tiga perempat ekspor batubara Australia di lempar ke pasar Asia, batubara Australia digunakan di seluruh dunia, termasuk Eropa, Amerika dan Afrika. Perdagangan internasional batubara kokas terbatas. Australia juga merupakan pemasok batubara kokas terbesar, dengan jumlah ekspor dunia sebesar 51%. AS dan Kanada merupakan pengekspor yang penting dan Cina mulai menjadi pemasok penting. Harga batubara kokas lebih tinggi daripada batubara ketel uap, yang berarti Australia mampu untuk memperoleh tarif franco yang tinggi dalam mengekpor batubara kokas ke seluruh dunia.
Sumber : http://gatehopeindonesia.com/blog/2014/12/perdagangan-batubara/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar