Batubara merupakan salah satu sumber daya alam yang keberadaanya
melimpah di Indonesia. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Geologi,
Kementerian ESDM tahun 2009, total sumber daya batubara yang dimiliki
Indonesia mencapai 104.940 Milyar Ton dengan total cadangan sebesar
21.13 Milyar Ton.
Indonesia memang kaya akan sumber daya alamnya termasuk sumber daya
batubara. Terlihat dari banyaknya perusahaan batubara yang bertebaran
diseluruh Indonesia. Sebagai contoh yaitu PT. Gate Hope Indonesia,
perusahaan ini terjun di bidang batubara khususnya untuk distribusi
dari produsen ke konsumen. PT. GHI di bawah pimpinan Pak Suryanto
berdiri sejak 2011 dan telah beroperasi beberapa tahun lalu.
Batubara terbentuk dari sisa tumbuhan yang membusuk dan terkumpul
dalam suatu daerah dengan kondisi banyak air, biasa disebut rawa-rawa.
Kondisi tersebut yang menghambat penguraian menyeluruh dari sisa-sisa
tumbuhan yang kemudian mengalami proses perubahan menjadi batubara.
Selain tumbuhan yang ditemukan bermacam-macam, tingkat kematangan
juga bervariasi, karena dipengaruhi oleh kondisi-kondisi lokal. Kondisi
lokal ini biasanya kandungan oksigen, tingkat keasaman, dan kehadiran
mikroba. Pada umumnya sisa-sisa tanaman tersebut dapat berupa
pepohonan, ganggang, lumut, bunga, serta tumbuhan yang biasa hidup di
rawa-rawa. Ditemukannya jenis flora yang terdapat pada sebuah lapisan
batubara tergantung pada kondisi iklim setempat. Dalam suatu cebakan
yang sama, sifat-sifat analitik yang ditemukan dapat berbeda, selain
karena tumbuhan asalnya yang mungkin berbeda, juga karena banyaknya
reaksi kimia yang mempengaruhi kematangan suatu batubara.
Secara umum, setelah sisa tanaman tersebut terkumpul dalam suatu
kondisi tertentu yang mendukung (banyak air), pembentukan dari peat
(gambut) umumnya terjadi. Dalam hal ini peat tidak dimasukkan sebagai
golongan batubara, namun terbentuknya peat merupakan tahap awal dari
terbentuknya batubara. Proses pembentukan batubara sendiri secara
singkat dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dari sisa-sisa
tumbuhan yang ada, mulai dari pembentukan peat (peatifikasi) kemudian
lignit dan menjadi berbagai macam tingkat batubara, disebut juga sebagai
proses coalifikasi, yang kemudian berubah menjadi antrasit. Pembentukan
batubara ini sangat menentukan kualitas batubara, dimana proses yang
berlangsung selain melibatkan metamorfosis dari sisa tumbuhan, juga
tergantung pada keadaan pada waktu geologi tersebut dan kondisi lokal
seperti iklim dan tekanan. Jadi pembentukan batubara berlangsung dengan
penimbunan akumulasi dari sisa tumbuhan yang mengakibatkan perubahan
seperti pengayaan unsur karbon, alterasi, pengurangan kandungan air,
dalam tahap awal pengaruh dari mikroorganisme juga memegang peranan yang
sangat penting.
Sumber : http://gatehopeindonesia.com/blog/2014/12/pengenalan-batu-bara/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar